Spiga
Tampilkan postingan dengan label Tips and Trick. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips and Trick. Tampilkan semua postingan

SUKSES 2012

Malam tahun baru dapat ilmu dan nasehat yang luarbiasa. Intinya tentang impian.
Semua orang yg normal pasti punya impian. Rumah, Kendaraan, Kesehatan, Anak, Keluarga yang harmonis, Pendidikan, Karir, Rejeki Berlimpah dsb.
Mutlak perlu kerja keras untuk mewujudkan semua impian-impian tsbt.
Lalu jangan lupakan BERDOA, Bersyukur dan keyakinan bahwa doa kita pasti terjawab. Berserahlah, tawakkal, pasrahkan hasilnya kepada Sang Pencipta.

Jika semua sudah dilakukan. sudah tekun bekerja keras, sudah berdoa, sekian lama belum juga berhasil mewujudkan impian, bukan berarti Tuhan tak menjawab doa kita.
Ada tiga cara Tuhan menjawab doa :
(1) DIA kabulkan wujudkan impian kita,
(2) DIA tunda sampai kualitas diri kita siap,
(3) DIA ganti dengan yang lebih baik.
Oleh karena itu kita tetap wajib tambah bersyukur, supaya impian kita (atau yang lebih baik) itu datang mendekat.

Jika sudah bekerja keras, sudah berdoa, masih belum juga tercapai impian,
jangan mengkambinghitamkan keadaan, jangan menyalahkan siapa-siapa.
Evaluasi, introspeksi, koreksi diri kita. Mungkin ilmu kita yang perlu di-upgrade?
Mungkin kita perlu mencari lingkungan yang lebih mendukung?
Mungkin doa kita masih kurang adab atau kurang pasrah?
Mungkin ada orang-orang yang pernah terdzholimi oleh sikap / kata-kata kita?
Atau mungkin diri kita masih menyimpan energi negatif: iri, dengki, dendam, kepada orang lain?

Tak ada manusia yang sempurna, semua orang bisa salah, khilaf, lupa. Meminta maaf duluan, meskipun kita merasa tak bersalah, tidak akan membuat diri kita jadi hina. Memaafkan, memang tidak akan memperbaiki masa lalu, akan tetapi pasti akan membuat langkah kita lebih ringan menuju masa depan.

Sudah/belum terwujud impian, tetaplah bersyukur atas segala nikmat karunia-Nya, krn masih banyak orang keadaannya jauh lebih kurang beruntung dari pada diri kita. Rasa syukur ini akan menambah keberkahan (kebahagiaan) kita. 

BERKAH ialah, kebaikan yang bertambah-tambah.
Impian yang telah terwujud, bisa jadi berkah atau tidak berkah. Impian yang berkah, akan membawa kita kepada kehidupan dan kualitas diri yang lebih baik, semakin cinta keluarga, semakin bersyukur, semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, rasa di hati semakin tentram, kesehatan optimal, anak-anak juga sehat cerdas dan patuh, hubungan dengan pasangan dan orang lain juga tetap terjalin baik, dan sebagainya.

Itu baru di dunia. Ambillah pula keuntungan berkah untuk Akherat, melalui cara-cara yang halal. Hidup bukan cuma di dunia. Akherat itu yang kekal dan lebih “mahal” harganya. 

Hidup adalah Pilihan. Mau pilih mewujudkan impian yang berkah atau tidak,
mau berkahnya cuma di dunia saja atau sampai akherat nanti, pilihan ada pada kita. 

Impian diwujudkan, dimulai dari 1 langkah, kemudian langkah ke-2, dan seterusnya...... SEMANGAD Sukses 2012

 Salam sehat sejahtera, sukses mulia, untuk kita semua.

4 Tips Agar Tetap TERMOTIVASI

Menjadi sukses adalah impian semua orang. Tentunya untuk itu diperlukan motivasi yang kuat untuk mengatasi tantangan untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Motivasi ini harus ditumbuhkan dari dalam diri sendiri. Anda bisa saja membaca ratusan buku atau pergi ke puluhan seminar untuk memperoleh suntikan motivasi, namun hal yang sering terjadi adalah kenaikan emosi sesaat untuk berubah. Barangkali ini bertahan satu atau dua minggu dan setelah itu Anda merasa semuanya kembali menjadi biasa-biasa saja seperti kondisi yang lama. Pernahkah merasa begitu?


“Motivasi adalah pohon yang Anda siram dengan kedisiplinan diri”


Bagaimana caranya supaya Anda tetap termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan yang diinginkan? Intinya motivasi adalah seni berkomunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi ini melibatkan perasaan yang Anda rasakan melalui emosi yang muncul.


Lantas apa bedanya antara perasaan dan emosi?


Contohnya begini, jika Anda merasa bersalah maka emosi yang muncul bisa ketakutan dihakimi, ingin melarikan diri, dsb. Jika Anda merasa bahagia, emosinya bisa berupa keceriaan, kegembiraan, keinginan berbagi, dsb. Emosi timbul sebagai akibat dari perasaan yang terjadi didalam diri.


Jadi sebetulnya mudah untuk hidup termotivasi. Kuncinya adalah rasakan hal-hal yang membahagiakan dan bayangkan kesuksesan yang akan Anda raih. Saya jamin Anda akan termotivasi untuk bekerja.


Selain itu ada beberapa tips yang ingin saya berikan agar Anda bisa termotivasi kapanpun dan dimanapun:


1. SELALU KONSISTEN

Kemudahan timbul dari kebiasaan. Motivasi pun sama. Ia memerlukan kedisiplinan sehingga Anda terbiasa hidup dengan motivasi. Ada ungkapan bagus yang mengatakan, “Sesuatu yang Anda ulangi tiap hari selama 21 hari akan menjadi kebiasaan”. Saya anjurkan Anda untuk mempraktekkannya. Mulai dengan hal yang sederhana seperti tersenyum dihadapan cermin, mengatakan “Yes” sebelum bekerja, dan banyak lagi.


2. BERTANGGUNG JAWAB

Anda perlu seseorang yang bersedia mengingatkan Anda untuk tetap berada di tujuan. Ia bertugas memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan yang Anda punya. Dari sini Anda akan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik baginya. Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin diri Anda.


3. BERKUMPUL DISEKITAR ORANG-ORANG YANG BERVISI SAMA

Kalau Anda mau menurunkan berat badan, pastikan Anda bersama teman-teman yang mempunyai tujuan sama. Kalau Anda ingin membangun bisnis, bertemanlah dengan orang-orang yang sudah berkecimpung di dunia bisnis atau mereka yang mau memulai bisnis. Anda bisa memperoleh energi dan motivasi dari mereka. Akan sangat mudah untuk termotivasi ketika Anda memperoleh support. Apa yang Anda rasakan sebagai rintangan ketika bekerja sendiri bisa teratasi dengan bantuan dan dukungan teman-teman yang bervisi sama.


4. FOKUS  pada PROSES, bukan TUJUAN

Ini yang sangat penting. Seringkali Anda turun mental ketika dihadapkan pada kesulitan mencapai tujuan. Fokuslah pada proses. Setiap proses memerlukan waktu. Entah cepat, entah lambat. Tujuan Anda sudah jelas, namun perjalanan menuju kesana bisa berliku dan naik turun. Dengan fokus pada proses Anda terhindar dari beban mental karena sekarang Anda memegang kendali atas proses itu sendiri, bukan dikendalikan oleh target untuk mencapai tujuan.



Sekarang Anda lebih tahu bahwa motivasi merupakan kunci untuk meraih sukses. Yang Anda perlukan sekarang adalah kemauan kuat untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Seperti apa kata pepatah “Ada kemauan ada jalan”. Selamat mengerjakan dan jangan lupa hargai diri Anda disetiap momen keberhasilan sekecil apapun itu.



Rekening Waktu

Seorang penulis hebat menyadarkan saya tentang Investasi Waktu yang memberi High Impact
Namun sering terlupakan, terlewatkan begitu saja....

Setiap orang diseluruh muka bumi ini  memiliki “rekening” yang sama yang namanya WAKTU, 
rekening itu adalah 24 jam, atau 1.440 menit atau 86.400 detik.

Apapun pilihan Anda 
Memilih untuk ber”investasi” atau tidak, 
“sang waktu” tetap terhapus, hilang dan berlalu meninggalkan anda, 
jika anda gagal menggunakan deposit hari itu, maka anda MERUGI, 
tidak ada pengulangan, tidak ada penarikan untuk keesokan harinya. 

Anda harus hidup dalam masa sekarang mengandalkan deposit hari ini,
Investasi kan waktu demi mendapatkan yang terbaik darinya 
Yang terbaik dalam kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan. 

Waktu terus berjalan, maka manfaatkan hari ini semaksimal mungkin.
Untuk menyadari nilai satu tahun :
Tanyakan pada siswa yang gagal dalam ujian akhir, karena dia harus mengulang satu tahun lagi.

Untuk menyadari nilai satu bulan :
Tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur.

Untuk menyadari nilai satu minggu:
Tanyakan pada seorang editor surat kabar mingguan.

Untuk menyadari nilai satu jam:
Tanyakan pada sepasang kekasih yang menanti untuk bertemu.

Untuk menyadari nilai satu menit :
Tanyakan pada seseorang yang ketinggalan kereta, bis atau pesawat

Untuk menyadari nilai satu detik:
Tanyakan pada seseorang yang selamat dari kecelakaan.

Untuk menyadari nilai sepersepuluh detik.
Tanyakan pada seseorang atlet Olimpiade yang gagal meraih mendali emas dan hanya dapat medali perak.

Kemarin adalah sejarah
Eesok adalah misteri
Hari ini adalah Anugerah
Itulah sebabnya hari ini disebut hadiah (present)

Hargai waktu yang anda miliki dan lebih hargai ”ia” karena anda membaginya bersama dengan seseorang yang istimewa.

Waktu - Kemarin adalah cek yang dibatalkan.
Waktu - Esok adalah surat perjanjian.
Waktu - Hari ini adalah uang tunai ditangan anda...
Belanjakanlah dengan bijaksana!....

Bukunya Michael Lebouf, Ph.D “The Millionaire in You”..

HINDARI PERASAAN BOSAN


Pada awalnya manusialah yang menciptakan kebiasaan. Namun lama kelamaan, kebiasaanlah yang menentukan tingkah laku manusia. Ada seorang yang hidupnya amat miskin. Namun walaupun ia miskin ia tetap rajin membaca.

Suatu hari secara tak sengaja ia membaca sebuah buku kuno. Buku itu mengatakan bahwa di sebuah pantai tertentu ada sebuah batu yang hidup, yang bisa mengubah benda apa saja menjadi emas. Setelah mempelajari isi buku itu dan memahami seluk-beluk batu tersebut, iapun berangkat menuju pantai yang disebutkan dalam buku kuno itu.


Dikatakan dalam buku itu bahwa batu ajaib itu agak hangat bila dipegang, seperti halnya bila kita menyentuh makhluk hidup lainnya. Setiap hari pemuda itu memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya ke laut dalam setelah tahu kalau batu dalam genggamannya itu dingin-dingin saja.

Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kembali ke dalam laut. Satu hari, dua hari, satu minggu, setahun ia berada di pantai itu. Kini menggenggam dan membuang batu telah menjadi kebiasaannya.

Suatu hari secara tak sadar, batu yang dicari itu tergenggam dalam tangannya. Namun karena ia telah terbiasa membuang batu ke laut, maka batu ajaib itupun tak luput terbang ke laut dalam. Lelaki miskin itu melanjutkan ‘permainannya’ memungut dan membuang batu. Ia kini lupa apa yang sedang dicarinya.

~~*~~*~~*~~*~~*~~*~~*~~


Teman, pernahkah kita merasakan kalau hidup ini hanyalah suatu rentetan perulangan yang membosankan? Pernahkah kita merasa bosan dengan aktifitas hidup kita?


Kalau ada di antara Anda yang merasakan demikian, dengarkanlah nasehat ini : “Bila hidup ini cuman suatu rentetan perulangan yang membosankan, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk menemukan nilai baru di balik setiap peristiwa hidup.”

Artinya, jangan melihat aktifitas yang kita lakukan ini sebagai suatu kebiasaan atau rutinitas, karena jika kita menganggap demikian, maka aktifitas kita akan amat sangat membosankan !!

Cobalah maknai setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, mungkin Anda akan menemukan suatu yang baru, sesuatu yang belum pernah Anda ketahui sebelumnya,



TIPs & TRICKs BERESIN RUMAH

Dear all ,.......

Sepulang kantor rasanya pengen banget istirahat...
Tapi rasanya hal ini jarang terjadi kalau anak-anak masih umuran dibawah 10 tahun....
Kebayang deh....rhwepootnya....

Tapi tenang aja Moms
ada kok Tips & trick agar kita bisa mendapatkan kenikmatan beristirahat dengan waktu relaksasinya lebih panjang.....
  • PENCEGAHAN TERHADAP DEBU
Agar anda tidak usah sering-sering membersihkan lantai atau karpet, letakkan keset disetiap pintu masuk ke rumah, dan letakkan keset bersih di setiap pintu-pintu kamar. Ingat moms, bedakan keset kotor dan keset bersih. Keset kotor adalah keset yang berada di luar rumah
sedang keset bersih khusus bagi yang didalam ruangan.

Biasakan anak-anak melepaskan dan meletakkan sandal/sepatunya di rak sepatu yang tersedia di luar pintu masuk rumah.
  • GABUNGKAN ALAT PEMBERSIH JADI SATU
Satukan semua alat-alat pembersih anda, dari sapu, pel, cairan pembersih lantai, jendela dan lainnya jadi satu kontainer yang mudah dijinjing atau yg memiliki roda. Jadi ketika anda harus membersihkan dari ruangan satu ke ruangan yang lainnya, anda hanya perlu menjinjing / mendorongnya. "Ini berarti menyingkat waktu anda karena anda tidak perlu mencari-cari ke seluruh rumah untuk mencari berbagai alat pembersih tadi"
  • DENGARKAN MUSIK
Musik memang tidak membuat pekerjaan anda menjadi berkurang tapi setidaknya anda bisa bekerja dengan perasaan rileks. Tanpa anda sadari, pekerjaan anda sudah selesai sebelum album musik selesai anda dengarkan.
  • BUANG KERTAS-KERTAS BEKAS SECEPATNYA
Simpan tempat sampah di dekat meja kerja andaatau dekat lemari bufet tempat menyimpan surat/file rumah tangga anada. "Setiap hari atau dua hari sekali pilah surat-surat. Surat bekas atau yang sudah expired langsung bisa dibuang ke tempat sampah agar tidak menumpuk dan berantakan di mana-mana.
Jangan lupa untuk melapisi setiap tempat sampah yg didalam rumah dengan kantong plastik, sehingga saat ingin membuang sampah ke penampungan anda tinggal mengikatnya saja dan tentu saja tempat sampah anda masih bersih sehingga anda tidak perlu mencucinya lagi.
  • MENYIMPAN CADANGAN BAHAN MAKANAN
Apa yang paling cepat habis di rumah anda, maka beli dua kali lebih banyak. Hal ini membuat anda tidak repot bolak-balik ke mini market dan manfaatkan waktu anda untuk istirahat.
  • BUAT ANAK ANDA MANDIRI
Diantara anggota superMOMs selain ada yang single, banyak juga yang punya babies bahkan ada yang udah punya cucu.
Nah tips & trick yang terakhir ini khusu bagi segolongan yang punya anak-anak kecil yang baru sekolah, belilah makanan kecil, cereal atau roti tawar dengan perlengkapannya (Selai, keju slice, susu kental manis, mayonise, butter, dll) Taruh segala peralatan si kecil di rak yang bisa dijangkaunya. Ajari mereka untuk menyiapkan sarapan sendiri seperti membuat simple sandwich atau menuang susu. Jika mereka dapat membuat sarapan sendiri, anda tidak perlu selalu menyiapkan makanan kecil setiap kali mereka menginginkannya. Hal ini bisa sekaligus mengajarkan kemandirian dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

OK Moms
selamat mencoba
Insya Allah bermanfaat

TIPS & TRICK PULANG KANTOR TEPAT WAKTU

Dear SuperMOMs

Sebagian member dari Milist ini ada yang masih berprofesi ganda yaitu sebagai ibu rumah tangga juga merangkap karyawati di sebuah perusahaan dalam rangka membantu pasangan untuk menafkahi rumah tangga......

Disaat kita meninggalkan rumah pagi hari, MOMs yang merangkap sebagai Karyawati tadi, tentunya juga meninggalkan separoh hatinya di rumah karena meninggalkan buah hati selama 8 jam bersama pengasuh juga bukan hal mudah, tapi kalau masih single or belum punya baby sih gak masalah yaaa.....

Nah...kalo sudah ada persaan rindu pada si kecils, tentunya kita pengennya cepet-cepet pulang
Sedikit-dikit liatin jam dinding, rasahanya detak jam lambat banget geraknya, yaaa....?

OK MOMs....ini ada Tips & tricknya dari Carole Black-CEO Lifetime Entertainment Services, supaya kita bisa ninggalin kantor Teng Go....

  1. Tutup ruangan anda beberapa menit sebelum jam kantor usai, Staf anda akan berpikir anda tidak bisa diganggu lagi
  2. Jangan memulai rapat mendekati waktu usai kerja, 30 menit terakhir adalah untuk membereskan permasalahan bukan untuk memulai sebuah diskusi untuk membahasa permasalahan baru
  3. Pemberitahuan awal - kirim email kepada staff dan rekan kerja anda pada pagi hari jika mereka memiliki pertanyaan untuk anda atau keputusan yang harus anda buat, kemukakan 2 jam sebelum jam kantor berakhir
  4. Taruh tas dan jas anda di tempat yang terlihat beberapa menit sebelum jam kerja berakhir. Jika ada rekan kerja atau staff yang melihat, mereka mengira anda akan segera pergi dan mereka tidak akan membebankan apapun pada saat tsb.
  5. Berangkat lebih pagi, Jika permasalahan adalah pekerjaan yang menumpuk , Anda bisa berangkat lebih pagi dan bekerja lebih dulu dibanding yang lain.
  6. Membersihkan junk mail bisa dilakukan di akhir minggu
  7. Membuat target kerja harian, task apa saja yg harus kelar sebelum lunch time dan apa yg kudu diberesin berikutnya
Ok Moms....
Mulai sekarang smoga bisa selalu bertemu anak-anak lebih dini dibanding hari sebelumnya...

With love
/Mods

AUDIT YOUR SELF

MOMs 

Pernah denger kata "Audit" ? Pasti sering lah ya.... Sekarang nih lagi ngetrend periksa sana, periksa sini Ini dan itu di audit semua Apa salahnya kalo kita juga mengaudit diri sendiri...? Saya menganggapnya ini bagian dari Self Up Grade" buat diri kita masing-masing 

Ada beberapa item yang coba saya tuangkan dalam self Audit dibawah ini, yuk isi bareng-bareng :

  • Ketrampilan yang saya miliki, yg mempunyai nilai lebih dan layak dijual?
  • Pekerjaan apa saja yg dapat saya lakukan dengan lebih baik dibanding dengan orang lain?
  • Hal apakah yg di waktu lalu dapat saya kerjakan dengan sangat baik?
  • Bakat dan kemampuan unik apa sajakah yang saya miliki?
  • Apa yang senang saya lakukan?
  • Dalam bidang apakah saya dapat mencapai hasil maksimal?
  • Seandainya saya mampu mengerjakan pekerjaan apapun dan dimanapun, pekerjaan apakah itu?
  • Bagaimana saya dapat menggambarkan pejkerjaan yang ideal bagi saya? Juga gaya hidup yang ideal?
  • Hal-hal apa sajakah yang menurut orang lain merupakan kekuatan dari karakter saya?
  • Apa yang membuat saya bahagia?
  • Pencapaian apakah yang paling membuat saya bangga selama hidup saya hingga saat ini?
  • Hal apakah yang belum saya kerjakan dan ingin seepatnya saya kerjakan sebelum saya mati?
  • Puaskah saya dengan gaya hidup, pendapatan dan pencapaian saya saat ini?
  • Apakah rencana pengembangan pribadi dan profesional saya?
  • Pengetahuan khusus apakah yang harus saya kuasai?
  • Pengetahuan apakah yang kurang sehingga menghalangi saya meraih potensi saya?
  • Peran apakah yang sedang saya mainkan? (Misalnya sebagai Ayah, Moms, Suami, Istri, insiyrur, Penulis,Tukang Masak/Catering, Sekretaris, PR, Dokter, penyanyi dll)
  • Prinsip terpenting apakah yang menjadi landasan hidup saya?
  • Apakah yang saya lakukan saat ini sesuai dengan prinsip tersebut?
  • Siapakah orang terpenting dalam hidup saya?
  • Berapa banyak waktu yang saya luangkan untuk berinteraksi dengannya?
  • Apakah kehidupan saya seimbang?
  • Seandainya saya memiliki waktu dan kekayaan yang tak terbatas, apakah yang akan saya lakukan?
  • Mengapa saya tidak melakukannya sekarang?
  • Pernahkah saya meluangkan waktu menulis tentang tujuan hidup saya?
  • Apakah tujuan hidup say?
  • Hal apakah yang telah saya lakukan dalam hidup yang tidak membuat saya bangga? mengapa saya merasa demikian?
  • Mampukah saya memaafkan diri saya dan terus maju?
  • Sehatkah gaya hidup saya? (Makanan, olah raga, keseimbangan, kebiasaan dan sebagainya?)
  • Apakah kondisi keuangan saya aman? Jika tidak, apakah tindakan yang akan saya lakukan untuk mengamankannya/
  • apakah saya siap berubah menjadi saya yang terbaik semampu saya?
nah MOMs..... Coba deh resep saya ini Audit ini beneran afdol kok untuk membuat kita semakin maju Yaqin dengan apa yang kita jalani sekarang dan tentunya lebih baik hari demi hari kedepan Selamat mencoba... Good LUCK !!

Kwartal Pertama 2008

Dear all SuperMOMs

Bulan april tinggal menghitung hari, bakalan terlewati
artinya kwartal pertama tahun ini juga sudah kita lalui

Hyuuuk kita buka lagi catetan IMPIAN yang kita buat saat malam tahun Baru 2008 lalu.
Pastinya ada beberapa target yang sudah tercapai, terlampaui, atau mungkin......baru mau mendekati sukses...?

Nah ini nih waktunya untuk evaluasi
supaya 2 kwartal yang tersisa, jangan lagi sampai kejadian Goal-goal yg miss
Evaluasi ini penting banget buat step kita ke depannya
Kegagalan di kwartal ini jangan dijadikan penghambat, justru jadikan sebagai cermin agar kita bisa dengan mudah melalui kwartal berikutnya bila masalah yang sama menghadang.

Lagi-lagi dan jangan pernah bosen
Menuliskan dalam daftar "DO"
Nge-list apa-apa kesulitannya
dan juga menulis kira-kira solusi apa yang bakal kita ambil untuk memenangkan target ini.
Memang kudu rinci MOMs, karena ini akan mempermudah kita sendiri

Hyyyukkk....mumpung hari senin
Mumpung masih pagi
Mumpung masih fresh......
Jangan malas ya......, bayangin aja apa yang akan kita peroleh bila apa yg kita tulis hari ini, segera menjadi kenyataan
Kebayang Happynya
kebayang semua orang tercinta juga bakal kecipratan happynya
Insya Allah
amin

MEMAAFKAN DIRI SENDIRI

Mungkin kata MAAF sudah sering kita dengar
Sudah sering kita ucapkan kepada orang lain
Memohon untuk dimaafkan atas kesalahan yang kita perbuat pada orang tersebut.
Tapi apakah pernah memaafkan diri sendiri atas kesalahan, kebodohan, sakit yang kita lakukan terhadap diri ini?

Memaafkan diri sendiri bukanlah sesuatu yang semudah diucapkan.
terasa sangat berat bagi sebagian orang, bahkan mereka harus dibantu / dipandu orang lain untuk memaafkan dirinya sendiri.

Rasa bersalah dalam diri ini seringkali menjadi trauma bahkan mental block yang dapat menghambat kemajuan kita di masa depan.

Contoh kecil misalnya,
saya sulit memaafkan diri saya saat saya tanpa sengaja menjatuhkan bayi dari gendongan saya.
Saya tahu ini bukan hal yang saya sengaja, tapi terjadi karena faktor lain (kaget/kesakitan)
Saya tahu, tidak sepantasnya saya menyalahkan diri saya
saya tahu saya seharusnya melupakan dan memaafkan diri saya atas peristiwa tersebut
Tapi, susah banget
apalagi setelah itu, baby saya demam rewel dan sulit tidur
banyak hal yang menari-nari dalam benak dan fikiran
andainya tadi saya memegangnya dengan kuat
andainya saya tadi tidak teledor
andainya tadi saya tidak mudah kaget
smuanya berkecamuk jadi satu

ada lagi contoh lain
Seorang istri yang menyalahkan dirinya karena sang suami wafat
mengapa?
karena 30 menit sebelum meninggal suami mengeluh kepalanya pusing
sang istri hanya menyarankan suaminya istirahat dan tidur di kamar
apa yang terjadi? suaminya tertidur tanpa pernah bangun lagi
hingga kini sang istri tak pernah memaafkan dirinya sendiri
ia merasa, andai ia mengajak suaminya ke dokter saat itu juga, tentu suaminya masih bisa tertolong
masih hidup sekarang dan masih berkumpyul bersama keluarga

banyak hal, banyak contoh

dari literatur yang saya dapatkan
ada beberapa cara mudah yang mungkin bisa membantu kita untuk memaafkan diri sendiri:
  1. Menuliskan semua hal yang tidak pernah kita maafkan dalam selembar kertas
  2. Memberinya angka bobot, mana yang paling fatal hingga yang paling sepele. Dimulai dari yang sepele tadi, cobalah untuk mencoretnya dengan tinta merah, dan katakan pada diri anda , bahwa ini hanya hal sepele yang tidak perlu dibesar-besarkan, dan segera hilangkan dari fikiran anda. terus berlanjut ke hal-hal yang paling fatal
  3. Biasanya bila sudah menginjak ke hal-hal yang berbobot paling fatal / kategori berat, mencoret dgn tinta merah saja tidak cukup. Air mata bisa berurai-urai deras di situ. Semakin sulit memaafkan bahkan mungkin bisa terjadi. Untuk bicara pada orang lain rasanya tak mungkin, serasa membuka aib sendiri khan. Datanglah pada Tuhanmu, dilembar sajaddahmu, ungkapkan sega taubat. Berlama-lama menumpahkannya, seakan saat ini hari konselling kita dengan sang Khaliq.
  4. Selalu merasa bersyukur dengan apa yang sudah kita peroleh sekarang, melihat hasil-hasil karya kita, menikmatinya bersama orang-orang tercinta kita. Feel good, syukur dan ikhlas tidak boleh lepas dari kontrol kita. Insya Allah, anda akan bisa sedikit demi sedikit mengikis rasa bersalah, dan belajar memaafkan diri sendiri.
  5. Penutupnya adalah BERTAUBAT
Selamat mencoba

PREPARE BEFORE YOU GO (part. 2)

Tulisan sebelumnya membahas tentang persiapan daily yang harus dan kudu kita lakukan, kini coba ditulis tentang persiapan kalau akan pergi untuk business travelling, asumsi pergi 3 hari sampai seminggu, baik untuk yang di rumah, maupun untuk kita yang akan pergi.

  • UANG BELANJA
Tinggalkan uang belanja secukupnya pada orang rumah. lebih baik lagi bila anda sudah menetapkan berapa besarnya belanja kebutuhan harian, misal Rp. 25.000/hari.
Jadi kalau anda perginya 3 hari, uang belanjanya dikasih 75.000
Masukkan ke dalam amplop yang sudah ditulisi jumlah uang dan untuk keperluan apa saja in detail.
Ajari pengasuh/asisten anda untuk rajin menuliskan detail apa yang dibeli seharian ini dengan uang tersebut.
Membuat bukunya yang simple saja. pemisahannya : TANGGAL; KETERANGAN; UANG MASUK; UANG KELUAR; SISA

Pembukuan seperti ini sangat mudah
dan juga akan memberi kenyaman bagi anda saat akan mengecek kemana saja larinya uang yang anda berikan kepada asisten.
  • PERSEDIAAN BAHAN MAKANAN DI KULKAS DAN LEMARI
Sebelum pergi, usahakan mengecek persediaan bahan makanan di lemari penyimpan anda.
Misalnya: Beras masih cukup untuk berapa hari, misal saat anda akan pergi ternyata persediaan sudah menipis, ada baiknya anda harus meninggalkan uang Beras pada orang rumah
Bahan lain yang kemungkinan kudu di tersedia adalah : persediaan telur, daging cincang, gula, minyak goreng, abon sayuran (wortel, kentang & kacang-kacangan) dll

Tips: Menyimpan kaldu daging yang aman adalah menyimpannya dalam kemasan plastik kedap udara (sepert: tuppre ware) dan letakkan dalam lemari beku
Kaldu ini sangat berguna untuk membuat makanan bagi si kecil, terutamanya yang diusia balita.
  • PERSEDIAAN SUSU DAN MAKANAN ANAK
Persediaan susu dan makanan (biskuit, cereal) untuk anak-anak kita yang balita harus dan gak boleh kekurangan selama kita tinggal pergi

  • PERSEDIAAN OBAT
Cek lemari tempat menyimpan obat-obatan, apakah obat dasar semuanya masih lengkap. Jika ada yang kurang lengkapi dulu. Jangan lupa catatan cara, waktu dan dosis minumnya.
dan yang penting cek tanggal kadaluwarsanya ya Moms.
Dokter langganan, ini sebaiknya dicatat kapan waktu prakteknya, juga nomor teleponnya. in case diperlukan. Jadi suami tidak terlalu panik bila terjadi sesuatu hal pada buah hati kita.

Naaah sekarang persiapan apa yang harus kita lakukan untuk biz travelling:

Pergi 1-3 hari:
  • siapkan baju stelan yang bisa di micth match 2 stel aja cukup, yang warna netral. Misal setelan celana panjang hitam, blouse warna krem muda. Siapin lagi stelan warna marron. Celana panjang maroon bisa di pasangakn dgn blouse krem muda. Tinggal ganti assessoriesnya aja. Atau bila anda berkerudung, krudungnya aja yang di variasi dengan warna-warna senada.
  • Sepatu cukup bawa resmi hitam 1 saja. lalu sisanya sandal atau sepatu yang nyaman buat jalan.
  • Perlengkapan make-up dan pembersihnya pilih yang di kemasan mini, jangan lupa sikat dan pasta gigi.
  • Baju tidur cukup bawa satu saja cukup.
  • Deodorant, spele tapi penting.
  • Obat-obatan dasar (Obat batuk, balsem, obat pusing, obat sakit perut dll).
  • Bila anda sedang dalam masa menstruasi, jangan lupa siapkan pembalut, beserta kantong plastik kecil sehingga anda siap membuang dengan safe.
  • Mukena kecil; Tissue basah & tissue kering kemasan travelling
  • Siapkan Pulsa HP bila anda adalah pelanggan pasca bayar, jika anda pelanggan pra bayar, tidak akan terjadi masalah bila anda sudah menyelesaikan tagihannya. Jangan lupa charger-nya yaaa.....
  • Perlengkapan dan materi meeting, agenda kerja dan note book, jangn lupa wireless modemnya, ini akan sangat bermanfaat disaat anda harus menunggu beberapa saat daripada diam terbengong-bengong lebi baik menuliskan ide di lap top anda khan. atau hanya sekedar sekedar say hello di milist komunitas tercinta .....

Pergi 1 minggu
  • hampir sama apa-apa saja yang disipakan seperti ketika bepergian 1-3 hari. Hanya saja harus diperhatikan jumlah baju nya dan harus sesuai dengan acara yang akan anda hadiri pada biz travelling tersebut. Bila anda bepergian ke tempat yang mempunyai cuaca dingin, usahakan mebawa baju yang berbahan tebal, atau cukup dengan menambah 1 blazer/jacket yang warna netral.
Pergi lebih dari 2 minggu,
  • supaya bawaan tidak terlalu berat. Anda memang harus pandai-pandai meilih pakaian yang nantinya bisa dipadu padankan. Usahakan pilih warna netral dan model yang standar, sehingga tidak mempersulit anda pada saat akan mengkombinasikannya dengan stelan baju lain yang disesuaikan dengan acara yang akan anda hadiri. Jangan lupa membawa tas lipat cadangan, kalau-kalau saja diperlukan bila ternayata anda membeli oleh-oleh yang membengkak untuk orang-orang rumah tercinta.
  • Nah kalau pergi lebih dari 2 minggu ini, anda harus memperhatikan task-task yang harus diselesaikan pada saat anda sedang bepergian. Misal ada pekerjaan yang due date, jangan lupa menyelesaikannya dan titipkan pada asisten anda di tempat tugas. Dan bila ada billing tagihan usahakan selesaikan sebelum anda berangkat, atau tinggalkan uang pembayaran dan minta orang rumah/asisten kantor untuk menyelseaikannya. Namun hari gini, semua sudah serba on line, anda bisa menyelesaikan semua tanggung jawab dan kewajiban, dimanapun anda berada. Iya khan....?
Yang harus ada di tas tenteng (bukan dalam koper)
  • Hand Phone/PDA
  • Ballpoint & block note kecil
  • Pearl cream dan lipstick
  • Tissue basah dan kering
  • Kamera saku
  • Kartu nama
  • Uang secukupnya & kartu ATM
  • Uang kecil kertas dan logam (dompet tersendiri)
  • Perment mint
  • Buku bacaan ukuran buku saku (Readers diegest)
Sebelum pergi jangan lupa HP dan Note book dicharge penuh yaaa.....
dan....jangan terlambat ke tujuan (Bandara/terminal/stasiun) karena kalau sampai ketinggalan, bisa berabe tuh.....

Happy travelling

To be continued

PREPARE BEFORE YOU GO

Ini adalah tips buat para Moms yang bekerja di luar rumah (bukan WAHM) meninggalkan buah hatinya, bersama pengasuhnya. Mendelegasikan urusan rumah apda pembantu rumah tangga.

Dari beberapa kali pengalaman ganti style kayaknya yang ini yang paling sreg, mungkin bisa cocok untuk sebagian Moms, yang lainnya kalo gak cocok silahkan sesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing yaa...

"Bangun tidur ku terus mandi" seperti lagu Bu Kasur, menang bener banget
Habis itu langsung ambil air wudhu, jadi bisa langsung Subuhan jama'ah dengan suami dan anak-anak (kalau bisa)

Siapin baju sekolah anak, lengkap dengan sabuk, topi dan kaos kaki {Bisa didelegasikan ke pengasuhnya}
Siapkan tas lengkap buku pelajaran di sofa depan {Buku pelajaran sudah disiapkan semalam setelah menemani anak-anak belajar, selesainya langsung siapkan pelajaran dan alat tulisnya sesuai jadwalnya}

Sementara itu kita ke dapur siapin makanan buat bekal anak ke sekolah
Kalau sempat sekaligus saja masak untuk orang serumah
Lebih praktis lagi bila bahan dan bumbu-bumbunya sudah dipersiapkan sejak tadi malam, jadi pagi ini tinggal cemplang-cemplung, icip-icip, siap saji deh
20-25 menit, 2 macam masakan sudah siap lho

Kalau kita tidak siap, bangun kesiangan atau ada kesibukan mendadak, jangan lupa menyampaikan menu masakan hari ini untuk sikecil. agar dibuatkan oleh pengasuhnya, sehingga saat mereka kita tinggalkan sudah siap dengan menu sehat dan sempurnanya.

BEBERAPA HAL KHUSUS:

Kegiatan belajar dan bermain untuk Si Kecil
Bila anda masih meninggalkan buah hati umur batita, maka yang harus diperhatikan selain masalah makanan adalah juga tentang permainan sebagai proses belajar dan berkembang bagi mereka. Hal ini penting untuk perkembangan otak dan otot tubuh mereka.
Sampaikan kepada pengasuhnya untuk selalu mengajaknya bermain hal-hal yang mengundang imaginasinya semakin berkembang serta dapat menggerakkan otot mereka secara ktif.
Misal:
1. Lempar dan tangap bola kain
2. Bernyani dan berjoget sambil mendengarkan lagu
3. Belajar tentang raba bentuk dan warna
4. Mencontoh dan menebak (binatang, perilaku)
5. dll
Usahakan dalam keeharian, si kecil tidak terlalu banyak digendong.
Biarkan kakinya melangkah kemanapun, asal tetap dijaga dan diwaspadai.

SAAT SI KECIL SAKIT
Moms, bila si kecil sakit, dan kita terpaksa meninggalkan ia di rumah dengan pengasuh
hal-hal yang harus dipersiapkan dan dikomunikasikan kepada si pengasuhnya adalah:
1. Obat yang harus diminumkan, lengkap dengan aturan minumnya
2. daftar makanan yang tidak diperbolehkan dikonsumsi
3. Daftar makanan yang harus ditambah
4. Takaran Susu
5. Waktu istirahat
6. Meninggalkan nomor telepon bila terjadi hal-hal emergency

Kalau sudah punya buah hati yang seumuran 8 th ke atas
  1. Jangan lupa untuk mengingatkan mereka untuk makan sayur saat makan siang , anak seumuran ini sangat sulit menyukai sayuran. mereka lebih memilih junk food.
  2. Ingatkan mereka untuk meluangkan waktu istirahat, jangan keterusan bermain sampai lupa waktu.
  3. Ingatkan mereka akan waktu belajar, dan menyelsaikan PR sekolah
  4. Menata buku pelajaran untuk esok hari.
  5. Boleh menonton TV, asal dengan jarak yg proporsional, dan menonton acara yang baik, bukan acara orang dewasa.
  6. Ingatkan waktunya sholat.
  7. Jalin komunikasi yang baik dengan buah hati anda
Jika mempunyai buah hati yang sudah remaja
Nah ini pendekatan kita sebagai orang tua sudah beda lho dibanding waktu seusia mereka masih kecil
Ada kebutuhan-kebutuhan khusus menginat usia mereka yang semakin bertambah
Kita harus memainkan banyak peranan terhadap mereka, sebagai orang tua (pasti) sebagai sahabat, partner, saingan. waaahhh.... pastinya seru khan
Luangkan sebanyak mungkin waktu untuk berbincang dengan mereka. Misal pagi saat sarapan bareng, atau siang saat mengirim sms ataupun menelepon mereka, bahkan malam hari saat menemani dikamarnya atau setelah sholat jama'ah.
Ancaman narkoba dan free sex sangatlah mengkhawatirkan akhir-akhir ini. Pengaruh dan budaya barat yang negatif terasa sangat mudah ditiru.
Kita sebagai orang tua, harus memberikan banyak pilihan dan gamabran kepada remaja kita.

Kita harus mengarahkan kegiatan yang positip bagi mereka
mengikuti keinginan mereka yang positip dan prospek masa depan
Selalu memberikan sebab akibat disetiap pilihan yang kita sampaikan pada mereka
semuanya harus jelasa, gambalng dan transparant
sehingga mereka juga merasa dihargai sebagai insan muda

Memberikan kepercayaan penuh pada setiap apa yang mereka lakukan
namun harus tetap pendampingan

Berusaha mengenal dekat kepada komunitasnya
Memahami apa yang sedang digandrungi, menemani saat suka dan duka
Mensupoort saat mereka gagal, dan tidak memusuhi
***

BERES-BERES RUMAH
Jangan lupa urusan beresin rumah, setiap hari juga harus disampaikan kepada pembantu rumah tangga kita, agar kondisi rumah tetap terjaga kebersihan dan kerapihannya. Sampaikan perlakuan khusus pada barang-barang tertentu yang mungkin bila salah memperlakukannya anda akan menerima kerugian karena kerusakan barang tersebut.

Misalnya, penggunaan Vacum Cleaner. Setelah selesai memakai, langsung membuang kotoran dalam kantung debu hingga bersih, kemudian memasukkannya kembali ke tempat semua, menutupnya dengan rapat. Merapikan semua kabel dan pipanya dalam kardus penyimpanan dan menyimpan di gudang peralatan dgn rapi tanpa di tindih barang berat lainnya.

Atau misalnya, cara membersihkan pemanggang roti. Tidak boleh dicuci, tidak boleh mencungkil kotoran yang melekat dgn benda tajam. Membersihkan dgn serbet halus agar tidak melukai lapisan teflonnya, menjauhkan dari jangkauan anak-anak pada saat habis digunakan, karena masih panas, bahaya bila tersentuh anak-anak. Menutupnya setelah dibersihkkan dan kembali memasukkan ke dalam kemasan. Serta menyimpannya dalam lemari.

Urusan pekerjaan rumah seperti mencuci, menjemur pakaian, menyetrika, menyapu dan mengepel lantai, merapikan perabotan, dari luar memang nampak sepele. Namun bila tidak dilakukan dengan benar maka akan berdampak pada kerugian.

Misal:
Mencuci pakaian, asisten di rumah harsu diajari bagaimana cara merendam baju, bagaimana cara menggunakan mesin cuci, baju yang mana saja yang boleh masuk mesin, mana yang cukup dicuci pakai tangan.
Penggunaan pemutih juga akan bisa merusak pakaian bila kita tidak tahu cara menggunakannya.
Air secukupnya, diberi 1 sendok teh pemutih, diaduk hingga rata, masukkan pakaian yang akan dibuat putih, rendam 1-2 jam saja. kemudian dicuci dengan detergen, kemudian dibilas 2 kali, di beri pewangi, siap dijemur. Jangan lupa, menjemur pakaian juga harus dalam kondisi terbalik (Bagian dalam berada di sisi luar) alasannya agar warna tidak mudah pudar terkena pengaruh sinar matahari.
Usahakan pakaian yang dijemur, benar-benar kering saat diangkat. Karena bila setengah kering, akan berakibat apda aroma kain yang tidak sedap.

Proses menyetrika juga beda perlakuannya anatara satu jenis kain yang satu dengan lainnya.
Bila tergolong kain yang mudah halus, bisa menggunakan panas yang sedang.
jenis kain yang sulit halus, bisa disemprot dulu dengan air, baru kemudian di setrika lapis demi lapis.
Yang ada bagian kancingnya jangan ditumpuk karena akan menyisakan bekas cap kancing tersebut di kain bagian depannya. Ini akan merusak textur kain.

Baju yang digantung sebaiknya adalh baju kerja ataupun baju resmi. sementara baju "rumahan" seperti daster, celana pendek, kaos oblong, dapat dilipat rapi dan disimpan secara bertumpuk.
Jangan lupa memberikan pewangi bebas pengap pada lemari anda, untuk menjaga kesegaran aroma dari pakaian bersih anda

Untuk menyapu lantai mungkin semua orang sudah bisa melakukannya dengan mudah, tinggal apakah mereka mau sedikit membungkukkan badan saat memebrsihkan lantai yang berada di bawah sofa, bawah tempat tidur, bawah meja?
Dan apakah mereka perduli dengan rongga kecil di belakang lemari?
Ajarkan pada asisten kita untuk selalu peka terhadap kebersihan, kerapihan dan kesehatan sekitarnya.

TV PROGRAMME
Acara TV, program-program apa saja yang diperkenankan untuk ditonton oleh anak-anak. dan apa saja yang dilarang. berikan penjelasan segambalang mungkin dampak negatif tontotan tersebut sebagai dasar kita membuat batasan.

TETANGGA
Bersosialisasi kepada tetangga sekitar juga sangat penting
Karena tetangga akan menjadi orang pertama yang akan menolong kita bila terjadi sesuatu hal. Namun bila bersosialisasi dengan tetangga sampai lupa waktu dan meningalkan tanggung jawabnya, tentu hal ini juga menjadi tidak baik. Sampaikan kepada orang rumah alasan mengapa anda tidak menyukai acara "ngerumpi" ini. seperlunya saja justru akan menjadi baik.

UANG BELANJA
Memberikan uang belanja kepada asisten kita di rumah, untuk keperluan rumah sebaiknya diberikan cukup sesuai porsinya.
Berikan catatan apa-apa saja yg harus dibeli (Misal untuk persiapan menumakanan esok harI)
Sediakan buku catatan belanja harian anda, ajari mereka untuk mencatat berapa uang pemasukan dan berapa yang di belanjakan
Sore hari, jangan lupa untuk selalu menanyakan apakah uang yang tadi kita titipkan ada kelebihan / sisa atau bahkan mungkin kekurangan
Kemudian evaluasilah bersama-sama, dialog ringan yang dapat diterima oleh asisten kita.

Kelihatannya kalau dituliskan begini jadi panjang
dan pasti banyak yang bilang gak bakalan sempat melakukan semuanya satu persatu

Hal yang saya tulis diatas tadi hanyalah awalnya, bila sudah berjalan normal tentunya anda tidak perlu mengajarkan tiap hari khaann...semuanya pasti sudah otomatis sesuai dengan keinginan anda.

Mentraining asisten/pembantu/pengasuh mungkin agak terasa berat di awal
namun apabila mereka sudah menjalankan semua anya sesuai dengan arahan dan kebiasaan kita, hal ini akan mempermudah pendelegasian dan pemantauan kita terhadap kondisi anak anak dan rumah.
Dampaknya adalah meminimalisir kekhawatiran anda saat bekerja di luar rumah seharian.

To be continued


NGIRIT vs NABUNG

2 Ungkapan diatas sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari
dan keduanya sangat ampuh demi kelangsungan cash flow kita sehari-hari
Saya walaupun bukan accountant, tapi saya berfikir bahwa sebagai SuperMoms sudah seharusnyalah kita mulai lebih jeli belajar lebih banyak tentang kedua hal tersebut.
Karena efek baiknya akan sangat berimbas pada kehidupan kita dan orang-orang yang kita cintai, sekarang dan masa depan.
Semua MOMS disini pasti setuju khan?......
Yuuuk kita kupas satu demi sau apa efeknya dalam keseharian dan kehidupan kita secara keseluruhan
NGIRIT, secara gampangnya sih hanyamengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting. Gunakan uang hanya untuk yang perlu-perlu saja sesuai porsinya.
NABUNG adalah menyisihkan uang kita, disimpan demi keperluan masa mendatang.
efek keduanya jelas adalah menahan uang kita terlalu banyak mengalir keluar dari kantoing kita, dan yang satunya lagi menumpuk pundi-pundi yang ada dalam brankas kita.
Intinya uang disihkan untuk hal-hal yang lebih penting di masa depan.
MOMS biasanya akan sangat sulit NGIRIT kalo akhir tahun begini, karena semua supermall memberikan godaan yang besar dari discount-discount yang diberikan. BAhkan ada yang sampai kasih discount 70% loh.
So, ini artinya anda memang harus benar-benar menetapkan hati dan mencanagkan tekad untuk NGIRIT agar apapun godaan yang datang, dia tidak akan menyentuh kantong anda sama sekali
Akhirnya, suskes deh niat buat NGIRITnya....
ya khan.....
NAh akibatnya kita akan punya uang lebih yang bisa kita TABUNG masuk ke dlam celengan
Ini artinya uang yang kita kumpulkan akan bertambah jumlahnya.
DAn dalam beberapa bulan ke depan, sesuatu yang anda idam-idamkan akan bisa terbeli
dan saya yaqin ini pasti sesuatu yang sayngat berharga sekali, bukan?!!
Bisa melakukan salah satunya saja sudah sangat bagus
Apalagi bila dilakukan secara continue
Dan akan lebih dasyat lagi bila anda bisa menerapkan keduanya dalam keseharian anda MOMS
Bravo.....ini namnya Tauladan
dan harus ditiru
Ayo MOMS, anda pasti bisa !!!

MASTER YOUR UNIVERSE

How to Develop Confidence
You never have to tell yourself how maahvelous you are again. These three exercises from Six Seconds, a California-based international nonprofit organization that offers training in emotional and social intelligence, are designed to develop a core of competence—and an earned sense of confidence.
FEELINGS QUILT:
One of the keys to making good decisions is developing emotional literacy—that is, tuning in to your own reactions and noticing that you may have many feelings at once. Take a small piece of paper, fold it twice (you'll make four squares), and unfold it. Think of a big moment that happened yesterday. In one of the squares, enter a symbol or design showing how you felt. What else did you feel? Write it in another square. Repeat for the last two squares. Now that you can see the range of emotions you had, which one got the most attention? Was it the most useful one to focus on? Did you ignore some of them?
INTEGRITY PENNIES:
Learning to manage your reactions more carefully is crucial to self-mastery. First thing in the morning, put 10 pennies in your left pocket. Each time you say or do something other than what you genuinely intended (maybe you softened a response too much or were harsher than you meant to be), transfer one penny to your right pocket. Keep practicing to reduce the number of right-pocket pennies.
THE SILENT-MOVIE GAME:
This exercise helps you use the power of your feelings for the greater good. With a friend at lunch, on the bus, or in an airport, pick a few people and guess what's going on inside their minds. Then compare notes on what you glean the subjects are thinking, feeling, and doing, and what each most needs now from a supportive ally or friend.

NEW YEARS RESOLUTIONS

By. Peter Wals
Making New Year's resolutions is a popular tradition, but Peter says many people end up breaking those promises to themselves after just a few weeks. While sticking to a resolution can be tough, Peter says there are ways for you to organize your mind and put a plan in place to make your resolutions a reality.

Whether you want to get fit, lose weight or organize your household, Peter says these tips will help you take on whatever New Year's resolution you choose:

  • Start with one resolution. If you try to make too many, you may not accomplish any.
  • Make your resolution very specific. "Don't say 'I want to lose weight'—instead, say 'I want to lose three pounds a month so that I look hot in my new swimsuit come summer,'" Peter says.
  • Be serious about your resolution. If you don't take your resolution seriously, Peter says it is a waste of time to make one.
  • Write your resolution down and post it in a visible place. If you see your goal every day, it will be in the forefront of your mind, Peter says.
  • Enlist the support of friends and family. Bring others in on the resolution so you have a support group to help you accomplish your goals.
  • Don't let yourself quit. Even if you slip up once or twice, you shouldn't abandon your resolution.

STEP MOMS

Step Moms
Ibu Tiri
Ibu Sambung

Terasa sangat familiar di sekitar kita. Tapi banyakan kalimat pendukungnya selalu saja negatif. Kalaupun ada yang positip mungkin 1 berbanding seribu.

Paradigma Ibu tiri yang jahat, Step Moms yang hanya nice bila ada ayah disamping kita, atau Ibu sambung yang hanya inginkan harta ayah saja tanpa mau menyayangi anak-anak tirinya, semua itu rasanya menjadi momok buat siapa saja yang sedang atau mau jadi Ibu tiri.

Banyak contoh Ibu tiri yang mencintai anak tirinya selayak ia mencinati anak kandungnya. Banyak ibu tiri yang sudah memberangkatkan anak tirinya menjadi orang-orang yang sukses. Banyak step mom yang berhasil menjadi ibu sejati pengganti peranan ibu kandung.
Banyak orang yang memberi opini tapi belum pernah merasakan benar bagaimana perilaku kasih sayang ibu tiri tersebut sebenarnya.
Pendapat minor, fikiran yang negatif, berburuk sangka, mendengar riwayat dulu, menilai tanpa melihat, semua itu menjadikan sosok seorang Ibu tiri/step moms menjadi sedemikian buruknya.

Beberapa wanita yang kebetulan punya kesempatan menyandang predikat "Ibu tiri" memberikan sedikit cerita tentang mengapa Opini tentang Ibu tiri menjadi sangat buruk. Dikarenakan karena Ibu tiri hadir setelah adanya perselisihan rumah tangga, setelah terjadi kehilangan Ibu/istri, dll

Jadi banyak anggapan, hubungan sebelumnya sudah terlanjur salah
Atau ada udang di balik batu
Atau ada yang menganggap dialah si perusak hubungan pertama
Dia adalah orang yang hadir untuk merampas kebahagiaan orang lain
dll, dkk, dsb

Ada beberapa trik yang mungkin bisa mengurangi paradigma negatif tentang STEP MOMS / Ibu Tiri :
1. Komunikasi yang intens - Disampaikan secara sabar, gamblang, penuh kasih sayang. Baik kepada anak tiri, keluarga besar, kerabat, handai taulan.
2. Saling belajar satu sama lain dan beradaptasi setiap saat
3. Selalu berfikir positif
4. Sabar dan Mengalah (untuk menang)
5. Terbuka dan Open mind

Kalau dari 5 item tadi sudah bisa mulai diterapkan dalam keseharian, otomatis paradigma negatif tadi akan menyingkir dengan sendirinya.

Welcome to Paradise buat STEP MOMS / Ibu Tiri

TO DO LIST

To D o List !
Ungkapan ini sudah biasa didengar di kalangan pekerja.
Saya sendiri biasanya selalu menempelkan "To Do List" ini di secarik kertas kecil, dan menempelkannya pada cermin dalam kamar, so setiap pagi saat selesai sholat dan berbenah diri semua hal-hal yang saya tulis semalam di secarik kertas itu tadk ada yang terlewatkan. artinya urusan jadi beres.

Demikian juga di kantor, saya menempelkan secarik kertas, lengkap dengan smua tulisan saya, To Do List ini saya tempelkan dekat dengan screen komputer, jadi stiap kali lihat screen, secarik kertas warna kuning yang eye catching tersebut pasti ketangkap mata, isnya allah apa yang ada dalam kertas tersebut saya usahakan terselesaikan lebih dahulu. Insya allah, beres deh hari ini.

Ya, itulah yang saya laklukan setiap hari.
Apakah anda juga punya kebiasaan tersebut?

Tapi melakukan kebiasaan "to Do List" ini ternyata masih "kurang" loh
Kurangnya adalah, bila kita ingin "menegeok ke belakang", lumayan susah untuk mengumpulkan potongan kertas kuning yang kecil-kecil tadi, krn biasanya habis dibaca dan dikerjakan apa yang tertulis disitu, kertas tersebut akhirnya masuk tempat sampah.

Ada lagi metode "To Do List" yang lebih baik

  1. Pakai buku agenda....bisa menulis lebih detail. dan kalau sudah terbiasa menulis "Surat Cinta kepada Allah" akan lebih asyik tuh.
  2. Kalau males nulis lagi,sehabis dibaca, kertas kuningnya jangan dibuang, tapi dipindah & ditempel ke buku agendanya tadi. Tepat di bawah tulisan "Surat Cinta kepada Allah"
  3. Kalaupun 2 cara ini masih terasa berat dilakukan, masih ada yang lebih gampang kok, sehabis isi kertas kuningnya (To do list paper) di baca dan dikerjakan, pindahkan kertas tersebut pada kalender anda. memang kelihatan jadi tidak rapi. Tapi memudahkan bagi anda yang tak cukup waktu.
Nikmatnya membaca To Do List
  1. Flash back ke belakang. Ini seperti membuat alam pikir kita berolah raga. Efek yang ditimbulan sungguh dasyat. Banyak hal yang akan anda dapatkan dari hanya membaca to do list
  2. Membaca sekian banyak "To Do List" harian anda, akan membuat anda berpikir bahwa berapa hari anda menjalankannya dengan baik, kapan anda merasa ada di bawah, kapan anda menikmati gaung kemenangan, meriahnya tepuk tangan, dan dunia sandiwara.
  3. Dengan membaca kembali to do list, kita jadi tahu beberapa hal yang belum kita kerjakan dan harus diselesaikan. Ada hal-hal yang kita gak menyangka ternyata sudah terealsiasi sebelum dead line tiba. Ada lagi yang sedang oin progress...... semuanya serasa memberi warna.
  4. Kalau membaca tulisan pada lembar to do list : "Membayar DP catering pernikahan" "Control terakhir ke dokter kandungan" ; "Manasik haji yang ke-6 di hotel sahid" ; "Beli kado ultah Eyang kakung" dst....dst....kira-kira apa yang ada dalam benak dan fikiran anda? Kemana jendela hati membawa anda berwisata? Beneran deh....pasti asik. Anda harus mencobanya
  5. Menyadari bahwa usia kita sudah makin berkurang, sudah waktunya benar-benar mencari dan menjadi yang terbaik. Agar hari-hari kita menjadi semakin penuh makna.


It's the saddest thing in life when you get older and there are a lot of 'what ifs' in your life." — Joe Kita,

Life is too precious to take a backseat in what goes on. Make lists of all the things you want to do in your life—and in some cases, the crazier, the better. Don't just dream about what you want to do—put your dreams into action!

JAM KARET

Sering kita dengar bahwa orang Indonesia terkenal dengan "Jam Karet"nya
Kenyataan yang harus di terima bagi Yang tepat Waktu maupun bagi si Jam Karet tersebut adalah, keduanya sama-sama merasakan dampak TERLAMBAT, dan smua yang terlambat akan merasakan efek-efek negatif dari si TERLAMBAT tadi
Percis !!! Lingkaran setan yang menyesakkan dada....!!

Efek-efek akibat keterLAMBATan :

  1. Orang lain menunggu anda. Padahal mereka masih punya banyak urusan yang akibatnya jadi terbengkalai hanya karena menunggu anda.
  2. Bila anda anggota sebuah tim, karena keterlambatan anda, smua anggota tim akan merasakan efek negatif dari keterlambatan anda.
  3. Pemborosan waktu. Padahal waktu (=) sama dengan nyawa anda. Artinya anda membuang nyawa anda, juga nyawa orang lain secara percuma.
  4. Buang energi ! Karena kalau anda terlambat, pasti anda akan mengerjakan segala sesuatunya dengan terburu-buru, emosi membludak dan anda akan kehabisan tenaga, dan yang fatal, hasil kerja tidak maksimal !!!
Alasan yang tidak bisa diterima saat anda terlambat:
  1. Alesan MACET !! Klise banget dan sudah jadi alesan langganan bagi smua orang. Kalau tahu bakal melewati jalan yang padet, keesokannya harusnya anda sudah mulai merubah pola dan jadwal keberangkatan. Pandai-pandai memprediksi waktu, dan pastikan waktu yang tersedia bisa melewati keruwetan di jalan.
  2. WAJAH POLOS / TAK BERDOSA. Jangan berfikir bisa berkelit dengan cara kuno ini, smua orang sudah hapal dengan kebiasaan buruk anda.
  3. Menutupi kebohongan yang satu dengan kebohongan yang lain. Sudah bukan jamannya lagi.
Yang bisa dimaklumi dengan keterlambatan anda:
Ada beberapa hal yang memang tidak bisa dihindari, misal kerabat yang meninggal dunia, anak-anak yang sakit, rumah kebanjiran, kecelakaan yang beruntun yang menyebabkan macet total. Tapi hati-hati, jangan terlalu sering menggunakan alasan yang sama di setiap keterlambatan anda, orang lain bukannya akan bersimpati tapi justru diam-diam berfikir bahwa anda memang Si Jam Karet yang memang punya kebiasaan buruk dan tidak bisa diajak menjadi lebih baik. Berabe khan.

Cara Ampuh Mencegah Si Jam Karet mengulangi Kebiasaannya.
  1. Jika Si Jam Karet adalah salah satu staff anda, anda harus datang paling awal di setiap pertemuan atau rapat yang juga dihadirinya. Tauladan seperti ini akan membuat ia sadar, dan takut penilaian anda terhadap dirinya akan berkurang. Hal ini lebih baik dibanding bila anda memarahi dia di depan staff yang lain.
  2. Bila si Jam Karet adalah teman sekantor anda, ajukan ide pada pihak manajemen untuk memasukkan faktor keterlambatan apda perhitungan bonus atau tunjangan perusahaan. Si Jam Karet pasti akan berpikir sebelas kali untuk datang terlambat lagi.
  3. Jika Si Jam Karet adalah teman/sahabat, berikan tenggang waktu untuk menunggu dia. Misal 5-10 menit. Bila ia sudah melebihi batas waktu yang disepakati, anda boleh bebas meninggalkan dia, tanpa ada yang perlu marah-marah karena ditinggalkan.
Tahukah anda...
Ada orang yang memiliki kebiasaan buruk dengan sengaja datang terlambat untuk menarik perhatian. Jangan sekali-kali meniru style ini karena ini akan memberi anda sebuah "brand" yang tidak baik.

Tips Untuk SUPERMOMS
  1. Bila anda adalah seorang karyawati, jangan sering-sering menjadikan anak-anak sebagai alasan keterlambatan anda. Mulailah memikirkan solusi/tindakan untuk datang lebih awal. Manage waktu dan mengajari asisten di rumah agar membantu anda mempersiapkan urusan Rumah Tangga, anak-anak dan suami segera beres sebelum anda berangkat ke kantor.
  2. Menyiapkan segala sesuatu urusan pekerjaan sebelum anda tertidur dan setelah anak-anak tidur, adalah salah satu strategi ampuh untuk mengantisipasi keterlambatan anda esok pagi.
  3. Istirahat yang cukup, vitamin yang cukup untuk menopan tenaga anda dengan seabrek kegiatan.
  4. Lakukan semuanya dengan IKHLAs, niscaya saat anda membuka mata bangun pagi, semuanya dapat dilakukan dengan baik dan tepat waktu
Ingat MOMS, Anda adalah Rembulan keluarga, menjadi point dari segala yang penting di rumah. Anda juga adalah sosok dinamis yang ditunggu dedikasinya di tempat anda bekerja.

Keep smile, keep happy, be wise and smart SUPERMOMS !!!

Do You Mind Your Mind ?

By Gamy Rachel

Can I ask you a question? If one day you need to hire a programmer to work for you to program all the software in your company, what kind of software programs would you want this programmer to create and put in for you?

Do you think it will vastly affect your company’s business if he is to create junks to put into your computer system, which your company’s life line depends on it? The answer is obvious isn’t it? You would want the programmer to create the best system that will work for you is that right? I know I would, and I will make every effort to ensure that it is so. I would not want anybody to put in programs and software that will be detrimental to my whole computer system.

I would relate this to our Brains, Minds and Thoughts. The commonly used term for computer is GI GO – Garbage In Garbage Out.
I would say that this should also be used for our Minds and our Thoughts. As these saying goes“

Nothing is either good or bad but thinking make it so” –Shakespeare“
The empires of the futures are the empires of the mind” -Winston Churchill“
Reading is to the mind what exercise is to the body” -Joseph Addison

Every thing begins with A Thought, the computer you are seeing right now began with a thought. The light bulb invented by Thomas Edison, began with a thought and so is the Wright Brothers who saw the plane flying way before it has flown, it all began with A THOUGHT. First we have to start with A THOUGHT, next comes VISION, then comes PLANNING and finally – TAKE ACTION = POSITIVE RESULTS.

When I first wanted to have a blog that focus on Mind Development, Self Help, Brain Wave Technology, Motivational and Inspirational topics, I began with A Thought in my mind. My thoughts has now become a reality. I now have two blogs.Mind Think Success and Make A Living Honestly.

If you look back at the careers of successful people, like Bob Proctor, Anthony Robins, Joe Vitale, Randy Gage, Jack Canfield just to name a few, you will find that almost every one of them first visualized in their minds what they wanted long before they actually achieved success.

Be careful what you put in your mind, when you dwell on certain things long enough over and over again until it set in your sub-conscious mind and set it to auto-pilot, it will manifest eventually. So I would advise you only dwell on good stuffs.

How do we do that? You know the minute we wake up each day, we are being bombarded by all the bad news, negative things and nonsense, it just come to us from all directions. We really have enough of these bad news daily, and we don’t have to help to add in more ourselves, it is enough supply for our entire life.But what we don’t have enough of are positive energy, good news, positive news, positive things that will lift up our spirit, motivational things that will bring us up rather then pull us down.
Why? It’s because it is natural that human beings are easily swayed towards negative.

Have you come across a new born baby that just come out from the mother’s womb laughing heartily? like “Haaaaaaaaaa” to announce to the world he or she has arrived? What do you hear? it’s always a big crying baby’s voice that sounds like this ”Waaaaawww…..” didn’t I tell you, it is so easy to be negative? :) So to feed our minds with positive thoughts, it does take some effort.

“If you don’t invest in you, why should anyone else?” - Randy Gage

Invest in You, because You are the reason the birds are singing, You are the reason the sky is brighter, You are the reason there will be more good news. So start investing in You.

My Best To You & Your Best Is Yet TO Be
Gamy Rachel

Author's BioGamy
Rachel has obtained I.T.E.C (UK) Diploma in Diploma in Anatomy Physiology and Diploma in Aromatherapy. Also a home based business entrepreneur. You can find information on brainwave, visualization, self-help and more.

HOW TO NEGOTIATE FOR MORE MONEY

By Jean Chatzky

Improving your earning power—increasing the size of your paycheck—involves fine-tuning skills that have less to do with math (or money) and more to do with negotiating (for money). If you're like many women, one of the things you "hate" most about money is asking for it. That has to change.

You probably have little difficulty negotiating for things other than money. Your teenager wants a later curfew? Your babysitter wants to borrow the car? You want your town to institute a system of policing the parks at night? You have absolutely no difficulty in presenting a coherent argument, in making your case, in being sure that you are heard, and in laying down the law.

But when the subject is money and the beneficiary is you, somehow it all falls apart. There are four emotionally charged reasons that this happens:

  • You don't believe you deserve it.
  • You don't believe other people think you deserve it.
  • You know you deserve more, but not how much more.
  • You know precisely how much more you deserve, but you don't know how to get it.

You need to stand up for yourself—and your money. This is a crucial skill to add to your workplace toolbox. When you start out receiving a smaller-than-necessary raise, whatever subsequent raises you get build on that smaller base. That means you end up more behind down the road. Add in the fact that women's raises—because women take breaks from the workforce to care for kids or for elderly parents—tend to be sporadic, and that when women reenter the workforce, they do so for less money, and well, you get the picture.

You need to acknowledge that negotiating does not mean being pushy. Getting what you're worth, as long as you have the conversation appropriately, is the polite thing to do. Harboring resentment because you're not being paid what you're worth is far more dangerous. It's then that the whistle on your teakettle is going to blow.

Negotiating is also not personal. What do you think the person across the table is thinking as you throw numbers back and forth? Do you think he or she is sizing you up, thinking: "Hmmmm, Suzie or Charlotte or Lily or Gail, she isn't really worth another $175 a week. I don't like the outfit she's wearing today. Besides, she can't even roast a decent chicken. She can't do the crossword puzzle in ink." Not even close. That person is thinking about himself or herself. His needs. Her budget. What will make his or her life easier? And how can that be accomplished for as little money as possible so that there will be enough in the till to give a raise to the next person who asks? It's not about being your friend. It's about getting the job done. If you keep that in mind throughout the process, you'll have an easier time getting through it. And remember: Negotiating is productive.

If you do not negotiate—if you do not ask—the answer will always be no.

Let me repeat that: If you do not negotiate—if you do not ask for what you want—then the answer will always be no. So whether your aim is a raise or a better price on your next new car or house, here are the rules you need to follow to get the very best deal.

Gather All the Information
When you are negotiating for anything, you have to think of yourself as a lawyer. You're Angie Harmon from Law & Order. You're Kinsey Millhone from Sue Grafton's novels. And that means before you say word one, before you form your hypothesis or make your case, you get the goods. If it's a salary you're negotiating for, then you've been online to see what similar jobs are offering, you're talking to headhunters to see what sort of offer you might expect, and you know how that compensation is structured in terms of wages, commissions, and bonuses if it isn't paid as straight salary.

Sometimes the best nuggets of information come from people who hold similar jobs. I recommend posing the question like this: "I'm thinking of getting a job doing x, y, or z. How much do people with experience like mine typically get paid?" That gives those on the receiving end of the question the liberty to reveal all the information without saying that they're revealing their own salaries (which, generally, they will be). That's very helpful. In the same vein, if it's a car you're buying, you know how much the dealer paid for it and how much of a markup it's typically fetching. You know what the best financing rates are today, and you've secured financing before you even walk into the dealership. You need to be prepared; otherwise you won't have answers to the questions you're inevitably going to face.

Visualize the Result
Wanting a raise or a new car isn't specific enough. You need to know how much of a raise (in actual dollars) you want to get out of this conversation. When your boss asks what your number is, suggest one that is 10 percent higher than your actual number. That gives your employer room to negotiate. (Neither side wants to seem to give in too easily.) Also, enter this negotiation with a list of things you might be willing to accept other than money—more vacation time, a title bump, the flexibility to spend part of your time working from home. Even if a particular employer does not have enough wiggle room to give you a bump in salary, having a list of backup options means you don't have to walk away empty-handed.

Be Prepared to Walk
I once had an employer suggest to me that I get another offer before I ask for a raise. That way, as he put it, he'd have ammunition to take to his boss that could be used to get me more money. It worked. But it could have backfired. If you go to your employer with another offer in your back pocket (or, for that matter, to a car dealer, or to anyone else you're negotiating with), you have to be willing to walk if you don't get what you're asking for. If you're not willing to walk, don't play that card. You might find yourself headed out the door before you're fully ready to leave.

Why do you get the smaller office or pay more for certain things—cars are the most prominent example—than do those on the planet with a little more testosterone? You may earn less than the men in your office who do similar work because the women who came before you earned less. You may pay more on a new car than a man pays because the woman who came before you paid more. Biases like these can be fought. But you have to be willing to fight them.

Know What You Are Contributing to the Bottom Line
If you're asking for money, point out to the boss how you've made money for the company, saved money for the company, or contributed something that has led to the advancement of everybody around you. If you're buying something, point out to the salesman how much of a profit he stands to make on this car or this house. And do both without one drop of apology in your voice. Do not start with, "I know the company has had a tough year," or "You may not be able to do this, but I thought I'd ask." That's not how men do it. They believe they deserve more money (or a better deal), so they walk in the door assuming they'll get what they're asking for. Not surprisingly, they often do.

Give a Little to Get a Little
I have received the best deals—on both purchases and salaries—when I stopped behaving like a bulldog and started listening to what the person on the other side of the transaction needed to make a deal happen for me. In the case of the car, I had a number in my head—a monthly payment—I wanted to hit. The salesman couldn't do it on a new car coming off the lot. He tried. We ran the numbers several different ways, with his financing choices and the financing I brought in my back pocket. Finally, I just opened the window and asked: Is there any way you could make this work? He left the room. He came back. And when he did he said, "How about a demo? I have a six-month-old demo. I can give you the full warranty, and I can come in below your number." I took a look. It had 6,000 miles on it and was in perfect condition. Done deal. Likewise, in previous job negotiations, I've promised employers things I knew they could take to the bank in exchange for a greater salary up front or for other things I valued, such as an options package and more flexibility to work from home.

Be Willing To Do Things Others Are Not
Take traveling for business as an example. It's a considerable strain so it's not something that everyone is willing to do. But it is something that can get you paid more handsomely. The same is true of working evenings, weekends, early mornings, or at far-flung locales. And the same is true of buying a car in a particular color that isn't moving quickly off the lot or with a package of options that hasn't proven to be especially popular.

Stop Making Lateral Moves
Lastly, and this has everything to do with job choice and selection rather than negotiation, if you want to be paid more, it's time to stop making lateral moves. You may be unhappy for a whole host of reasons, but you have to understand that men don't leave a job simply to get out, as women tend to do. When men get out, they move up. You need to do the same.

7 Marriage Tips to Stay Lucky in Love

Getting hitched on "lucky" 7-7-07? Besides luck, try this advice to have a happy marriage.
By Kathleen Doheny Reviewed byLouise Chang

It's countdown time. Thousands of couples will walk down the aisle this Saturday, 7-7-07, hoping all those 7s -- the number long associated with luck -- will keep them lucky in love. It's one of the most popular wedding dates in modern history, according to overwhelmed wedding planners, florists, and photographers.

Relationship experts caution, however, that much more than luck is needed to stay together and beat the odds of a divorce, now estimated to end half of today’s marriages. Here, relationship experts consulted by WebMD offer their best marriage tips for how to stay lucky in love. And they go way beyond the usual tips to buy her flowers, cook his favorite meal, and remember to schedule date night.

Marriage Tip No. 1: Purge the "D'" word.

With the taste of wedding cake barely off their lips, divorce is the last thought -- or word -- on newlyweds' minds. But as the honeymoon period wanes, and day-to-day difficulties crop up, the word can come up frequently during arguments for some couples, say relationship counselors.

"Just don't go there," suggests Steve Brody, PhD, a psychologist in Cambria, Calif., who counsels couples. "Some people pull that out much too early, and much too often in a relationship. It raises a whole level of anxiety [in the person hearing it]."

Divorce is also considered a dirty word by the more than 200 "marriage masters" interviewed for the book, Project Everlasting. Co-authors Mat Boggs and Jason Miller, bachelors and childhood buddies from Portland, Ore., traveled the country to interview the couples, married 40 or more years, and ask for their best marriage tips.

"Don't use the D word" was one oft-repeated suggestion for keeping a happy marriage, Boggs says. These marriage masters told him, "You need all your energy to find the solution to a problem and work it out. If you are even giving any consideration to a divorce, you lessen your ability to solve the problem."

Of course, Boggs says, the marriage masters acknowledged that some situations are deal breakers, such as addiction, adultery, or abuse. But when the problem is less severe, many of the marriage masters told him they create a "ledger of life." They get out a piece of paper and write down everything they love about their spouse. Eventually, they shift gears and begin to focus on what is right, not what's wrong.

Marriage Tip No. 2: Replace the 7 deadly habits in a marriage with the 7 caring habits.

Learning the seven bad habits and the seven good ones is the easy part, admit William Glasser, MD, a Los Angeles psychiatrist, and his wife, Carleen Glasser, MA, who co-authored Eight Lessons for a HappierMarriage and include this idea in their book and counseling sessions. Putting them into practice takes effort, of course.

The seven deadly habits are criticizing, blaming, complaining, nagging, threatening, punishing, and bribing.

The seven caring habits include supporting, encouraging, listening, accepting, trusting, respecting, and negotiating your differences.

Marriage Tip No. 3: Take care of yourself.

This marriage tip is short and sweet: "Take care of yourself physically and spiritually," Brody tells couples.

That way, your stress will be down and your tolerance will be up. You'll be less likely to get on each other's nerves -- and to squabble. You're more likely to have a happy marriage.

Marriage Tip No. 4: Discuss outside friendships.

While some married couples consider activities such as workplace friendships with members of the opposite sex acceptable, some relationship experts disagree.

"I'm not big on cross-gender friendships for married people," Brody says. "It's playing with fire." One exception, in his book: If a wife has a friendship with a gay man or a husband has a friendship with a gay woman, he's fine with that, since the romance potential is nonexistent.

Otherwise, he says, the line is too easy and tempting to cross.

Marriage Tip No. 5: Stop trying to control your partner.

It's another one of those easier-said-than done marriage tips, of course. But trying to control each other -- using a technique psychologists call "external control" -- is the main source of marital unhappiness, according to the Glassers. In a happy marriage, partners know they cannot control each other.

You have practiced this "external control" if you have ever told your partner they need to behave the way you want them to or that you know what is right.

Learning not to control a partner can be a long process, but the Glassers offer some tips on educating yourself. "Think first," Carleen Glasser says. Ask yourself: "If I can only control my own behavior, what can I do to help the marriage?" Then think of what you can change to make the problem better, she suggests.

Marriage Tip No. 6: Honor and respect your partner.

"Be honoring all the time," says Thomas Merrill. That means no "my old lady" stories, he says. And it also means a wife shouldn't be flirting with male co-workers or other men.

Respect was also a marriage tip that came up often from the marriage masters, Boggs says. "The No. 1 principle that almost everyone talked about is respect," he says. "You can have respect without love, but you cannot have love without respect."

Respect, say those with a happy marriage, means not undermining your partner in front of the children. "And don't go outside the marriage when you are having a problem," Boggs says they advised. "Discuss it with your partner."

Respect also means not criticizing your mate in front of others, Miller and Boggs were often told by the marriage masters. To make this marriage tip easier to practice, consider the input of one marriage master on the topic, Boggs says. "One man told me, 'Let's say someone is walking by when you are criticizing your mate. That is the only opinion they have of you.'"

Marriage Tip No. 7: If you're the wife, lower your expectations. If you're the husband, step up to the plate.

When Steve Brody and his wife, Cathy Brody, MFT, a marriage and family counselor, toured the country to promote their book, Renew Your Marriage at Midlife, they asked audiences what they wanted from marriage.

"Women expected to be loved, cherished, listened to, cared for, and courted," Steve Brody says. They had a long list of wants and expectations, he recalls. The men joked that their expectations were more basic: Their typical answers, Brody says: "Bring food and show up naked."

While the men were half joking, the gaps in expectations are a good lesson. To close the gap, Brody says, women need to lower their expectations -- to not expect 24/7 romance, for instance, especially if their mate has just worked an unbelievably long week.

Men need to do some of the things the woman wants, such as prioritize their relationship and listen more, he says. In a nutshell, Brody says, "Men need to do the same things at home that they do at work." He tells the husbands he counsels to think of it this way: "Your wife is the million-dollar client. If she walks out the door, the business is closed."