Mungkin kata MAAF sudah sering kita dengar
Sudah sering kita ucapkan kepada orang lain
Memohon untuk dimaafkan atas kesalahan yang kita perbuat pada orang tersebut.
Tapi apakah pernah memaafkan diri sendiri atas kesalahan, kebodohan, sakit yang kita lakukan terhadap diri ini?
Memaafkan diri sendiri bukanlah sesuatu yang semudah diucapkan.
terasa sangat berat bagi sebagian orang, bahkan mereka harus dibantu / dipandu orang lain untuk memaafkan dirinya sendiri.
Rasa bersalah dalam diri ini seringkali menjadi trauma bahkan mental block yang dapat menghambat kemajuan kita di masa depan.
Contoh kecil misalnya,
saya sulit memaafkan diri saya saat saya tanpa sengaja menjatuhkan bayi dari gendongan saya.
Saya tahu ini bukan hal yang saya sengaja, tapi terjadi karena faktor lain (kaget/kesakitan)
Saya tahu, tidak sepantasnya saya menyalahkan diri saya
saya tahu saya seharusnya melupakan dan memaafkan diri saya atas peristiwa tersebut
Tapi, susah banget
apalagi setelah itu, baby saya demam rewel dan sulit tidur
banyak hal yang menari-nari dalam benak dan fikiran
andainya tadi saya memegangnya dengan kuat
andainya saya tadi tidak teledor
andainya tadi saya tidak mudah kaget
smuanya berkecamuk jadi satu
ada lagi contoh lain
Seorang istri yang menyalahkan dirinya karena sang suami wafat
mengapa?
karena 30 menit sebelum meninggal suami mengeluh kepalanya pusing
sang istri hanya menyarankan suaminya istirahat dan tidur di kamar
apa yang terjadi? suaminya tertidur tanpa pernah bangun lagi
hingga kini sang istri tak pernah memaafkan dirinya sendiri
ia merasa, andai ia mengajak suaminya ke dokter saat itu juga, tentu suaminya masih bisa tertolong
masih hidup sekarang dan masih berkumpyul bersama keluarga
banyak hal, banyak contoh
dari literatur yang saya dapatkan
ada beberapa cara mudah yang mungkin bisa membantu kita untuk memaafkan diri sendiri:
Sudah sering kita ucapkan kepada orang lain
Memohon untuk dimaafkan atas kesalahan yang kita perbuat pada orang tersebut.
Tapi apakah pernah memaafkan diri sendiri atas kesalahan, kebodohan, sakit yang kita lakukan terhadap diri ini?
Memaafkan diri sendiri bukanlah sesuatu yang semudah diucapkan.
terasa sangat berat bagi sebagian orang, bahkan mereka harus dibantu / dipandu orang lain untuk memaafkan dirinya sendiri.
Rasa bersalah dalam diri ini seringkali menjadi trauma bahkan mental block yang dapat menghambat kemajuan kita di masa depan.
Contoh kecil misalnya,
saya sulit memaafkan diri saya saat saya tanpa sengaja menjatuhkan bayi dari gendongan saya.
Saya tahu ini bukan hal yang saya sengaja, tapi terjadi karena faktor lain (kaget/kesakitan)
Saya tahu, tidak sepantasnya saya menyalahkan diri saya
saya tahu saya seharusnya melupakan dan memaafkan diri saya atas peristiwa tersebut
Tapi, susah banget
apalagi setelah itu, baby saya demam rewel dan sulit tidur
banyak hal yang menari-nari dalam benak dan fikiran
andainya tadi saya memegangnya dengan kuat
andainya saya tadi tidak teledor
andainya tadi saya tidak mudah kaget
smuanya berkecamuk jadi satu
ada lagi contoh lain
Seorang istri yang menyalahkan dirinya karena sang suami wafat
mengapa?
karena 30 menit sebelum meninggal suami mengeluh kepalanya pusing
sang istri hanya menyarankan suaminya istirahat dan tidur di kamar
apa yang terjadi? suaminya tertidur tanpa pernah bangun lagi
hingga kini sang istri tak pernah memaafkan dirinya sendiri
ia merasa, andai ia mengajak suaminya ke dokter saat itu juga, tentu suaminya masih bisa tertolong
masih hidup sekarang dan masih berkumpyul bersama keluarga
banyak hal, banyak contoh
dari literatur yang saya dapatkan
ada beberapa cara mudah yang mungkin bisa membantu kita untuk memaafkan diri sendiri:
- Menuliskan semua hal yang tidak pernah kita maafkan dalam selembar kertas
- Memberinya angka bobot, mana yang paling fatal hingga yang paling sepele. Dimulai dari yang sepele tadi, cobalah untuk mencoretnya dengan tinta merah, dan katakan pada diri anda , bahwa ini hanya hal sepele yang tidak perlu dibesar-besarkan, dan segera hilangkan dari fikiran anda. terus berlanjut ke hal-hal yang paling fatal
- Biasanya bila sudah menginjak ke hal-hal yang berbobot paling fatal / kategori berat, mencoret dgn tinta merah saja tidak cukup. Air mata bisa berurai-urai deras di situ. Semakin sulit memaafkan bahkan mungkin bisa terjadi. Untuk bicara pada orang lain rasanya tak mungkin, serasa membuka aib sendiri khan. Datanglah pada Tuhanmu, dilembar sajaddahmu, ungkapkan sega taubat. Berlama-lama menumpahkannya, seakan saat ini hari konselling kita dengan sang Khaliq.
- Selalu merasa bersyukur dengan apa yang sudah kita peroleh sekarang, melihat hasil-hasil karya kita, menikmatinya bersama orang-orang tercinta kita. Feel good, syukur dan ikhlas tidak boleh lepas dari kontrol kita. Insya Allah, anda akan bisa sedikit demi sedikit mengikis rasa bersalah, dan belajar memaafkan diri sendiri.
- Penutupnya adalah BERTAUBAT
0 comments:
Posting Komentar