Spiga

SuperMOMs di Koran Jawa POS

LINK:
http://www.jawapos.co.id/metropolis_weekend/index.php?act=detail&nid=55977

[ Minggu, 08 Maret 2009 ]
Hati-Hati saat Anak Tak Lagi Gaptek
Memiliki anak yang mu-lai bersentuhan dengan teknologi membuat para ibu ini harus berhati-hati. Banyak cara yang dilakukan Emil, Devi, Enggar, Sitta, dan Henny untuk mengawasi anak-anaknya ketika menggunakan peranti, seperti telepon genggam atau internet. Berikut cerita mereka.

---

Anak-anak terbiasa pakai peranti teknologi apa saja?

Emil: Yang pasti internet ya. Soalnya, suami saya kan kerja di Swiss. Hanya pulang sekali dalam tiga bulan. Jadi, setiap pekan, anak-anak pasti sudah di depan komputer buat chatting sama papanya. Terus HP juga. Biasa kan, buat ngontrol mereka.

Devi: Iya sama sih. Paling internet sama HP. Soalnya, anak-anak saya sudah mulai pakai internet untuk mengerjakan tugas sekolah. Kalau HP, buat foto-fotoan dan SMS-an sama teman-temannya. Kadang HP anak-anak itu lebih canggih daripada punya mamanya.

Sitta: Anak-anak ya pasti internet sama HP. Tapi, sepertinya frekuensi pegang HP sekarang agak berkurang. Kan, kalau di sekolah sudah tidak boleh bawa HP lagi. Nanti bisa bermasalah dengan guru BK (bimbingan dan konseling).

Enggar: Sepertinya, semuanya sama ya. Saya juga HP sama internet. HP itu penting banget. Soalnya, kita bisa ngontrol mereka . Malah tukang becak langganan yang antar jemput anak-anak juga punya HP. Jadi, saya bisa memonitor terus.

Henny: Dibandingkan mereka, anak saya paling kecil. Masih satu tahun. Jadi, belum ngerti apa-apa. Hanya karena suami saya kerja di Timor Leste, saya juga sering ajak anak saya chatting. Tapi, dia suka bosan. Jadi, ditinggal main yang lain.

Bagaimana cara mengawasi penggunaan alat-alat tersebut?

Enggar: Anak-anak saya belikan HP nonkamera. Mereka kan masih kecil. Jadi, belum butuh HP yang canggih-canggih. Internet di rumah hanya boleh dipakai kalau saya ada. Kalau saya kerja, modemnya saya cabut. Jadi, mereka hanya pakai komputer buat main games.

Devi: Kalau internet, saya memang tidak terlalu ngawasi ya. Tapi, kalau HP, saya suka diam-diam periksa. Tapi, ternyata, mereka sama narsisnya dengan mamanya. Hehehehe. Dua-duanya kan cewek. Jadi, isinya ya foto mereka semua. Mulai wajah ditekuk-tekuk, sampai jari kaki aja difoto.

Sitta: Wah, saya tidak pernah bongkar-bongkar ya. Kalau internet sih, sepengetahuan saya buat tugas sekolah aja. Tapi, anak saya juga jarang pakai. Sepertinya, anak saya lebih suka sibuk dengan kegiatannya.

Emil: Rasanya, anak-anak saya masih terlalu kecil. Jadi, mereka belum pakai HP atau internet untuk macam-macam. Paling buat telepon saya atau temannya. Lagi pula, internetnya hidup kalau akhir pekan saja. Buat chatting sama papa. Selebihnya ya jadi komputer. Bener kata Enggar, buat games aja.

Sekarang di televisi kan banyak berita penyalahgunaan HP atau internet, pernah membahasnya bersama anak-anak?

Sitta: Iya dong. Jadi, kalau pas lihat televisi, saya beri tahu. Itu bisa jadi contoh. Jangan sampai meniru hal yang seperti itu. Tidak baik. Kan banyak tuh yang ada anak tawuran terus direkam di HP atau yang porno-porno.

Emil: Nggak ya. Soalnya, kita memang jarang nonton televisi. Anak-anak kan sekolah yang full day itu. Jadi, mereka pulang sore. Setelah itu, semuanya kumpul di kamar saya, terus kita nonton film kartun. Kalau pembantu, saya minta tidak nonton televisi atau sinetron selama anak-anak saya belum tidur.

Devi: Kayaknya jarang ya. Karena kita jarang nonton televisi. Apalagi sinetron. Ceritanya mbulet. Tapi, kalau ada berita tentang itu, mungkin dibicarakan secara tidak langsung. Soalnya, mereka juga sibuk dengan kegiatan masing-masing. Belum lagi sekolah mereka juga full day.

Enggar: Rasanya tidak. Sama seperti Emil, anak-anak saya lebih suka nonton film kartun. Jadi, yang kita lihat setiap hari ya film-film kartun. Jadi, mereka belum terlalu banyak tahu. Lagi pula, mereka masih kecil. (any/dos)


INDEX MINGGU INI

* Ngomongin Anak hingga Pembantu
* Program Keuangan Usanjaya-Intan Tirza untuk Pendidikan Anak
* Paksakan Diri Menabung dengan Otodebit
* Pilihan Instrumen Investasi untuk Investor Awam
* Tanam Saham untuk Dana Hari Tua
* Asyiknya Berolahraga di Rumah dan Sekolah
* Bikin Aktivitas Fisik yang Fun

HALAMAN SEBELUMNYA

* Orang-Orang Fobia
* Mencari Terapi tanpa Pisang
* Penasaran tapi Tak Berani Cari Tahu
* Fadjar Azadia dan Ketakutan terhadap Kancing Bulat
* Diyan Cahyaningsih, Penderita Fobia Peniti
* Tujuh Bulan Terapi Pin dan Bros
* Ngilu Lihat Sylvester Stallone Naik Gunung
* Bersih dari Bahan Hewani
* Pantangan Daging Harus Lahir dan Batin
* Vegetarian Cegah Degeneratif



Copyright @2008 IT Dept. JAWA POS
Jl. Ahmad Yani 88, Surabaya 60234 Jawa Timur - Indonesia
Phone. (031) 8283333 (Hunting), Fax. (031) 8285555

0 comments: